"Yang membuat situasi semakin menakutkan adalah saat kami berusaha keluar, pihak restoran awalnya mengatakan bahwa kami harus melunasi tagihan sebelum pergi," klaim Amundsen.
Ia setuju untuk membayar tanpa memeriksa jumlah tagihan, yang dipedulikan hanya bisa keluar dengan selamat dari sana.
Turis itu memberi tahu pelayan bahwa ia tidak membawa uang tunai dan mengaku terpaksa menunggu hingga mesin pembayaran (EDC) dibawa ke hadapannya agar ia bisa menggunakan Apple Pay.
"Saya bahkan tidak melihat berapa jumlah tagihannya. Saya hanya menempelkan kartu, lalu kami berlari keluar," tambahnya.
Sebuah struk online dengan pembayaran Apple Pay masuk ke ponselnya. Terlihat jelas jumlah tagihan yang dibayar pukul 19.29 WITa.
Amundsen mengatakan dirinya adalah salah satu pelanggan terakhir yang meninggalkan lokasi saat kobaran api kian membesar. Saat ia berhasil keluar, seluruh bagian atap sudah dilalap api.