Sehingga, bagian Bulan yang menghadap Bumi tidak mendapatkan cahaya Matahari secara langsung. Akibatnya, Bulan hampir tidak terlihat di langit malam.
Fase Bulan Baru ini akan menciptakan kondisi langit yang lebih gelap. Malam-malam di sekitar fase tersebut menjadi waktu yang baik untuk mencari objek "deep sky", seperti galaksi, nebula, gugus bintang dan bagian Bima Sakti.
Beberapa hari setelah Bulan Baru, Bulan mulai muncul kembali sebagai sabit muda. Pada 13-14 September, Bulan sabit akan tampak berdekatan dengan Venus di langit barat.
Waktu terbaik untuk mencarinya adalah sesaat setelah Matahari terbenam. Pengamatan sebaiknya dilakukan dari tempat yang memiliki pandangan terbuka ke arah barat karena kedua objek berada cukup rendah di atas cakrawala.
Pada 14-20 September 2026, NASA merekomendasikan untuk menggunakan Bulan sebagai penunjuk beberapa objek langit menarik.
Sekitar satu jam setelah Matahari terbenam, arahkan pandangan ke langit selatan. Dari malam ke malam, posisi Bulan akan bergeser terhadap latar belakang bintang dan melewati area dekat Antares, bintang kemerahan yang menjadi salah satu bintang utama rasi Scorpius.
Selanjutnya, pengamat dapat mencari kelompok bintang di rasi Sagittarius yang dikenal sebagai Teapot karena susunannya menyerupai teko.
Jika langit sangat gelap dan bebas polusi cahaya, bagian Bima Sakti dapat terlihat seperti kabut tipis yang seolah keluar dari cerat "teko" tersebut.
Venus menjadi salah satu objek langit yang paling mencolok di September ini. Di 18 Desember, NASA mencatat waktu di mana Venus akan mencapai puncak terangnya untuk penampakan malam.
Sesaat setelah Matahari terbenam, Venus akan terlihat sebagai titik cahaya sangat terang di langit barat. Planet ini bahkan akan tampak lebih terang dibandingkan bintang-bintang di sekitarnya.
Karena posisinya cukup rendah, waktu pengamatan tidak berlangsung terlalu lama.
Ekuinoks September terjadi ketika Matahari berada tepat di atas garis ekuator Bumi. Peristiwa ini membuat durasi siang dan malam menjadi relatif seimbang di berbagai wilayah.
Untuk zona waktu Indonesia bagian barat, ekuinoks September 2026 berlangsung pada 23 September sekitar pukul 07.05 WIB.
Adapun fenomena Ekuinoks September menandai dimulainya musim gugur di Belahan Bumi Utara dan musim semi di Belahan Bumi Selatan. Setelah ekuinoks, durasi siang di Belahan Bumi Utara secara bertahap menjadi lebih pendek, sementara di Belahan Bumi Selatan menjadi lebih panjang.
Salah satu fenomena paling menarik pada September adalah Bulan Purnama Harvest Moon yang mencapai puncaknya pada 26 September sekitar pukul 23.48 WIB.