Harvest Moon merupakan sebutan tradisional untuk Bulan Purnama yang waktunya paling dekat dengan ekuinoks September. Nama tersebut berkaitan dengan tradisi masyarakat di belahan Bumi utara yang memanfaatkan cahaya Bulan setelah Matahari terbenam untuk membantu aktivitas panen.
Space.com menjelaskan bahwa ketika baru terbit, Bulan dapat terlihat memiliki warna kuning-oranye. Warna tersebut muncul karena cahaya Bulan harus melewati atmosfer Bumi yang lebih tebal ketika berada dekat cakrawala.
Bulan juga dapat terlihat sangat besar ketika baru terbit. Efek tersebut dikenal sebagai "Moon Illusion", yakni ilusi visual yang membuat Bulan tampak lebih besar ketika berada dekat cakrawala dibandingkan ketika berada tinggi di langit.
Saat Harvest Moon berlangsung, Saturnus juga akan tampak di dekat Bulan dan dapat diamati menggunakan mata telanjang sebagai objek menyerupai bintang terang.
Rangkaian fenomena langit September ditutup dengan puncak hujan meteor Sextantid sekitar 27 September.
Hujan meteor ini aktif sejak sekitar 9 September hingga 9 Oktober dan berasal dari arah rasi Sextans. Dalam kondisi ideal, aktivitasnya hanya menghasilkan sekitar lima meteor per jam.
Namun sayangnya, puncak hujan meteor Sextantid ini tidak mudah diamati secara langsung dari langit Indonesia.
Berikut adalah sejumlah tips bagi pengamat yang ingin menikmati sekaligus memotret Harvest Moon September 2026, sebagaimana dilansir dari Space.com :
Tripod membantu menjaga kamera tetap stabil ketika memotret Bulan, terutama jika menggunakan lensa telefoto.
Cara ini membantu mengurangi guncangan kamera saat tombol rana ditekan.
Aplikasi astronomi di ponsel dapat membantu menemukan posisi Bulan terbit dari lokasi pengamatan.
Lensa dengan panjang fokus sekitar 12-50 mm dapat digunakan untuk memotret Bulan sekaligus lanskap di sekitarnya.
Namun, panjang fokus lensa yang disarankan untuk menangkan detil permukaan Bulan setidaknya sekitar 400 m.
Kondisi langit tetap menjadi faktor penting. Untuk mendapatkan pemandangan terbaik, pilih malam dengan cuaca cerah, cari lokasi yang memiliki pandangan cakrawala luas dan sebisa mungkin jauhi sumber polusi cahaya.
Demikian ulasan mengenai daftar fenomena langit yang akan muncul sepanjang September 2026, lengkap dengan penjelasan dan waktu pengamatannya. Semoga membantu!