NADIKABAR.COM — Rabiul Akhir 1448 H sudah dimulai, menggantikan Rabiul Awal. Setiap masuk bulan baru, umat Islam pasti mulai mencari jadwal puasa sunnah, terutama Ayyamul Bidh.

Dilansir buku Tak Henti Engkau Berlari Dikejar Rezeki tulisan Taufiq FR, secara bahasa Ayyamul adalah kata jamak 'yaum' yang berarti hari. Sementara itu, 'bidh' bermakna putih. Sebagai satu kesatuan, ayyamul bidh adalah hari-hari putih.

Maksudnya adalah hari-hari ketika Bumi berwarna 'putih' karena diterangi bulan yang tengah berada di fase purnama, memancarkan cahaya sempurna. Pada hari-hari itu, Nabi SAW menyunnahkan umat Islam berpuasa sebanyak 3 hari.

Dikutip dari buku Bidadari yang Dirindukan Surga: Karena Surga Tak Hanya untuk Laki-laki oleh Danierra Primadani, begini bunyi haditsnya:

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasa memerintahkan pada kami untuk berpuasa pada Ayyamul Bidh, yaitu 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriah). Beliau bersabda, 'Puasa Ayyamul Bidh itu seperti puasa setahun.'" (HR Abu Daud dan an-Nasa'i)

Jadi, tanggal 13, 14, dan 15 Rabiul Akhir itu bertepatan dengan berapa Masehi? Cek jadwal puasa lengkap bacaan niatnya di bawah ini, yuk!

Pemerintah melalui Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 keluaran Kementerian Agama menjelaskan bahwa Rabiul Akhir 1448 H dimulai pada Minggu, 13 September 2026. Senada, NU menetapkan 1 Rabiul Akhir 1448 H bertepatan dengan Minggu, 13 September 2026.

Di sisi lain, Muhammadiyah via Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) menjelaskan 1 Rabiul Akhir 1448 H jatuh pada Sabtu, 12 September 2026. Dengan demikian, ada dua versi tanggal Ayyamul Bidh Rabiul Akhir. Berikut rinciannya:

Perlu umat Islam ketahui, puasa Ayyamul Bidh tidak wajib dikerjakan tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah berjalan. pembaca dapat mengerjakannya pada tanggal-tanggal lain.

Dikutip dari buku Catatan Fikih Puasa Sunnah oleh Hari Ahadi, landasan kebolehan ini adalah perkataan Aisyah Radhiyallahu anha:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ، لَمْ يَكُنْ يُبَالِي مِنْ أَي أَيَّامِ الشَّهْرِ يَصُومُ

Artinya: "Rasulullah biasa berpuasa tiga hari dalam setiap bulan, dan beliau tidak mempersoalkan di tanggal berapa itu." (HR Muslim no 1160)

Umat Islam boleh mengerjakan puasa sunnah penuh keutamaan ini dengan metode 3 hari berturut-turut. Bisa pula mengerjakannya terpisah, sesuai kemampuan. Hanya saja, yang terbaik tetap berturut-turut tanggal 13, 14, dan 15.

Sebelum beribadah, termasuk Ayyamul Bidh, seorang muslim perlu berniat terlebih dahulu. Niat wajib ada dalam hati, tanpa keharusan mengucapkannya. Namun, ada ulama yang menganggap pembacaan niat sebagai hal baik.

Diambil dari laman resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI), begini bacaan Arab, Latin, dan arti niat puasa Ayyamul Bidh:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ اَيَّامَ اْلبِيْضِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin ayyamal bidhi sunnatan lillahi ta'ala.

Artinya: "Saya niat berpuasa besok pada (Ayyamul Bidh) hari-hari putih, sunnah karena Allah Ta'ala."

Memangnya, apa yang istimewa dari puasa Ayyamul Bidh?

Keutamaan pertama adalah mendapatkan pahala seperti puasa sepanjang tahun. Dasarnya adalah hadits riwayat Ibnu Majah dan Tirmidzi berikut:

عَنْ أَبِي ذَرٍّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: أَنَّ النَّبِيَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ صَامَ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ثَلَاثَة أَيَّام، فَذَلِكَ صِيَامُ الدَّهْرِ، فَأَنْزَلَ اللهُ تَصْدِيقَ ذَلِكَ فِي كِتَابهِ الْكَرِيم: مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَة فَلهُ عشر أَمْثَالهَا [الأنعام: 160]. اَلْيَوْمُ بِعشْرَةِ أَيَّامٍ

Artinya: "Diriwayatkan dari Abu Dzar ra, sungguh Nabi saw bersabda: 'Siapa saja yang berpuasa tiga hari dari setiap bulan, maka puasa tersebut seperti puasa sepanjang tahun. Kemudian Allah menurunkan ayat dalam kitabnya yang mulai karena membenarkan hal tersebut: 'Siapa saja yang datang dengan kebaikan maka baginya pahala 10 kali lipatnya' [QS al-An'am: 160]. Satu hari sama dengan 10 hari'."

Keutamaan kedua, puasa Ayyamul Bidh membantu membersihkan berbagai penyakit hati. Wallahu a'lam bish-shawab.

Berikut kalender lengkap Rabiul Akhir 1448 H bagi pembaca yang membutuhkannya untuk panduan berpuasa:

Demikian jadwal puasa Ayyamul Bidh Rabiul Akhir 1448 H lengkap dengan bacaan niatnya. Semoga bermanfaat, ya, pembaca!