Ia mulai mengumpulkan keberanian untuk mengejar pemuda dambaannya tersebut, hingga sukses meluluhkan hati Shize yang selama ini dikenal kaku.

Namun, romansa manis mereka perlahan menemui jalan buntu akibat benturan sudut pandang. Retakan hubungan itu makin parah karena bayang-bayang trauma masa lalu Shize terkait kematian temannya yang masih belum terselesaikan.

Konflik batin yang telanjur mengakar itu pada akhirnya berujung pada perpisahan pahit. Yun Li lantas memutuskan pergi meninggalkan China untuk memindahkan studinya ke luar negeri.

Kepergian Yun Li sontak memaksa Shize untuk menghadapi luka mental yang selama ini ia kubur dalam-dalam. Sembari memulihkan diri, ia perlahan bangkit dan memimpin tim risetnya mencapai berbagai kesuksesan baru demi memantaskan diri.