NADIKABAR.COM — Penyediaan vaksin ini menjadi langkah penting untuk mempertahankan status Jawa Tengah sebagai provinsi bebas rabies sejak 1997. Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) menjelaskan upaya-upaya pencegahan tetap terus dilakukan, mengingat adanya mobilitas dan perpindahan hewan antardaerah.

"Bebas itu tidak harus terus kita santai. Kita juga harus waspada," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (27/9/2026).

Menurut Gus Yasin, perpindahan hewan tidak dapat dikontrol setiap saat sehingga vaksinasi menjadi salah satu upaya untuk menjaga populasi hewan tetap terlindungi. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri peringatan 'World Rabies Day 2026' di Taman Indonesia Kaya, Kota Semarang, hari ini.

Selain itu, jumlah masyarakat yang memelihara hewan, seperti anjing dan kucing semakin meningkat. Oleh karena itu, para pemilik hewan diimbau memastikan hewan peliharaannya mendapatkan vaksinasi dan melakukan konsultasi dengan dokter hewan.

"Kita harus bersama-sama untuk mendukung gerakan bebas rabies," tutur Gus Yasin.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para dokter hewan dan tenaga medis yang telah mendedikasikan diri dalam menjaga Jawa Tengah tetap bebas rabies. Upaya tersebut dinilai penting karena rabies merupakan penyakit yang membahayakan.

Gus Yasin menekankan bahwa pencegahan harus menjadi prioritas. Menurutnya, langkah vaksinasi masif merupakan bagian dari upaya membangun perlindungan sejak awal, bukan hanya menunggu munculnya kasus untuk kemudian ditangani.

Ia berharap gerakan vaksinasi rabies dengan dukungan 10.000 dosis ini dapat terlaksana secara optimal di masyarakat. Program tersebut diyakini mampu memperkuat kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan hewan, komunitas pecinta hewan, hingga warga setempat.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah Defrnsisco Dasilva Tavares menegaskan bahwa penyediaan vaksin gratis ini merupakan bentuk perlindungan pemerintah terhadap hewan peliharaan. Langkah ini sekaligus menjadi tindakan preventif guna menekan dan mencegah ancaman bahaya rabies bagi masyarakat.

Selain itu, vaksinasi juga menjadi bagian penting dari upaya mempertahankan status Jawa Tengah yang telah dinyatakan bebas rabies sejak 1997. Meski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat terdapat risiko masuknya kembali penyakit tersebut ke Jawa Tengah.

Sementara itu, para pemilik hewan menyampaikan terima kasih terhadap program vaksin gratis yang diadakan Pemprov Jateng. Rahma, salah satu warga yang memiliki dua kucing ras Persia mengaku senang karena vaksin diberikan secara gratis.

"Senang sekali karena gratis," ujarnya.

Hal senada disampaikan Septi yang juga membawa anjing tekel dan golden collie miliknya untuk ikut vaksinasi gratis. Ia mengaku terbantu dengan program ini karena vaksin mandiri harganya cukup mahal.

"Kalau mandiri lumayan harganya, 300 an ribu," pungkasnya. (akn/ega)