NADIKABAR.COM — Ketersediaan darah menjadi salah satu penopang penting dalam layanan kesehatan masyarakat. Namun, pemenuhannya membutuhkan partisipasi berbagai pihak untuk memastikan stok darah tetap tersedia bagi masyarakat yang membutuhkan.

Berdasarkan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kebutuhan darah ideal suatu negara mencapai sekitar 2% dari total populasi. Dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai lebih dari 280 juta jiwa, kebutuhan darah nasional diperkirakan mencapai sekitar 5,6 juta kantong per tahun.

Besarnya kebutuhan tersebut membuat upaya menjaga ketersediaan darah tidak dapat bergantung pada satu pihak. Diperlukan keterlibatan berbagai elemen masyarakat untuk memenuhi kebutuhan darah secara berkelanjutan.

Merespons kebutuhan tersebut, Bank Mandiri bersama Palang Merah Indonesia (PMI) dan sejumlah fasilitas kesehatan turut berkontribusi melalui program Mandiri Donor Darah yang dilaksanakan secara rutin di berbagai wilayah Indonesia.