Intervensi serupa dilakukan di Desa Bangunmulyo, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung. Sebanyak satu unit pompa turbin berkapasitas 30 liter per detik dikerahkan untuk membantu mengairi lahan padi dan palawija seluas 20 hektare yang membutuhkan tambahan pasokan air.
Sementara itu, di Kabupaten Sidoarjo, Kementerian PU menangani keterbatasan pasokan air di Desa Balongdowo, Kecamatan Candi. BBWS Brantas melakukan pengeboran dua titik sumur bor dangkal untuk mencari sumber air alternatif bagi lahan pertanian yang belum mendapatkan pasokan air secara optimal.
Penanganan di Balongdowo dilakukan karena debit aliran dari Dam Ngaban berkurang sehingga air belum mencapai lahan yang berada di bagian ujung jaringan. Melalui penyediaan sumber air alternatif, Kementerian PU berupaya memperkuat pasokan air agar kebutuhan pengairan lahan pertanian dapat terpenuhi.
Melalui berbagai intervensi tersebut, Kementerian PU terus memperkuat layanan irigasi dan menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian di Jawa Timur. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Kementerian PU untuk mendukung swasembada pangan nasional dengan memastikan infrastruktur sumber daya air tetap berfungsi dan kebutuhan pengairan petani tetap terpenuhi di tengah kemarau panjang.