Ia berharap hasil riset dan pengelolaan pertanian yang dilakukan secara presisi di Green Farm dapat dikembangkan dan diterapkan secara lebih luas di berbagai daerah di Indonesia.
"Tinggal kita bagaimana menunjukkan keunggulan-keunggulan yang lebih baik. Karena dari yang baik ini pasti ada yang lebih baik, akhirnya muncul yang terbaik. Nah, di sinilah harus kita wujudkan," tegasnya.
Nanang mengatakan, penguatan sektor pertanian menjadi bagian penting dalam menjawab kebutuhan pangan nasional yang terus meningkat. Hal tersebut juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Sementara itu, Bupati Ipuk mengatakan pemkab terus mendorong produktivitas sektor pertanian sekaligus memastikan ketersediaan pangan daerah.
Banyuwangi selama ini mencatatkan surplus produksi jagung. Pada 2025, produksi jagung Banyuwangi mencapai 250.596 ton, meningkat sekitar 19 persen dibanding tahun sebelumnya.
Dengan kebutuhan jagung daerah sekitar 69.842 ton, Banyuwangi memiliki surplus yang cukup besar. Pada 2024, surplus produksi jagung Banyuwangi tercatat mencapai 180.754 ton.