Memasuki Januari hingga September 2026, produksi jagung Banyuwangi telah mencapai 99.140 ton dari total luas panen 14.742 hektare.

"Alhamdulillah Banyuwangi selalu surplus. Terima kasih Bapak Kapolda, kepolisian, petani, dan seluruh pemangku kepentingan. Semoga ikhtiar bersama ini membawa berkah untuk kita semua," kata Ipuk.

Arum Sabil menjelaskan, jagung yang dipanen merupakan jenis hibrida yang ditanam sejak Mei lalu.

Selain menghasilkan panen, kawasan Green Farm juga menjadi tempat lahirnya inovasi benih jagung baru bernama Kolaborasi Inovasi Polri (KIP).

"Ini berkat sinergi Polda Jatim, Pemprov Jatim, Kwarda Pramuka Jatim, HKTI Jatim, dan Pemkab Banyuwangi," tutur Arum Sabil yang juga Ketua Kwarda Pramuka Jatim.

Kolaborasi tersebut diharapkan terus berkembang, tidak hanya untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Banyuwangi, tetapi juga mendukung penguatan ketahanan pangan di Jawa Timur dan nasional.