"Air di sini untuk pengairan sawah. Tapi kalau lahannya kosong, eman. Harus ditanami supaya ada penghasilannya," ujarnya.
Tulus menyebut hampir seluruh warga di sekitar kawasan tersebut ikut memanfaatkan lahan yang mengering untuk bercocok tanam.
"Ada jagung, ada kacang. Banyak warga yang memanfaatkan, semua ikut menanam," jelasnya.
Bagi sebagian warga, musim kemarau kali ini justru membuka peluang untuk mendapatkan tambahan penghasilan. Tanah yang sebelumnya tidak bisa digarap karena berada di bawah genangan air kini dapat ditanami.
"Kalau kering ya jadi bisa ditanami. Eman kalau kosong dan tidak ada penghasilan. Akhirnya ditanami supaya bisa menghasilkan dan untuk kebutuhan masyarakat," ungkap Tulus.
Namun, kondisi tersebut juga membawa dampak lain bagi aktivitas ekonomi di sekitar waduk. Sebelum air surut, kawasan hulu Waduk Bendo ramai didatangi pemancing, bahkan sebagian pengunjung disebut berasal dari Jawa Tengah.