"Dulu kalau ada airnya banyak yang mancing. Dari Jawa Tengah juga banyak sekali yang datang," katanya.

Ramainya pemancing sebelumnya turut menggerakkan ekonomi warga sekitar. Sejumlah warga memanfaatkan kawasan waduk untuk membuka tempat parkir hingga warung.

Kini, suasana tersebut berubah drastis. Seiring surutnya air dan hilangnya aktivitas memancing, kawasan yang sebelumnya ramai kini menjadi sepi.

"Sekarang sepi karena pengunjung dan pemancing sudah tidak ada. Jadi beralih ke pertanian," tutur Tulus.

Meski demikian, hasil pertanian dari lahan bekas genangan waduk belum tentu menjanjikan. Tulus menyebut hasil panen sangat bergantung pada kondisi tanaman dan gangguan hama, terutama tikus.

"Kalau hasilnya tidak menentu. Sekarang juga musim hama tikus banyak, jadi penghasilannya tidak seberapa," pungkasnya.