β€œSalah satu faktor-faktor yang menyebabkan inflasi di Jakarta adalah daging, beras, ubi, cabe, perhiasan, dan sebagainya karena memang dipantau dan dimonitor dengan baik, sehingga terjaga. Padahal, biasanya Jakarta itu untuk inflasinya paling sensitif. Tapi kali ini kita bisa pertahankan, kita jaga di angka 2,52,” jelas Pramono.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta menyampaikan bahwa perekonomian Jakarta pada triwulan III-2026 yang tumbuh 5,87 persen secara tahunan berkontribusi 16,09 persen terhadap perekonomian nasional, tertinggi dibandingkan provinsi lainnya.

"DKI Jakarta menyumbang sebesar 16,09 persen dalam kue ekonomi nasional dan pada triwulan II-2026, kontribusi DKI Jakarta ini adalah 16,32 persen," kata Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto.

Dia menyebutkan, empat provinsi dengan pangsa pasar (share) terbesar terhadap perekonomian nasional setelah DKI Jakarta, yakni Jawa Timur (14,36 persen), Jawa Barat (12,71 persen), Jawa Tengah (8,17 persen), dan Sumatera Utara (5,30 persen).