“Partisipasi Jakpro merupakan bagian dari penjajakan pasar dan pertukaran pengetahuan. Kami ingin memastikan bahwa teknologi tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga aman, terintegrasi, mudah dipelihara, memiliki dukungan jangka panjang, serta memberikan nilai terbaik sepanjang umur aset,” kata dia.
Ia memaparkan nilai strategis karena setiap teknologi dapat ditinjau sekaligus dari aspek kepatuhan, kesiapan pasar, kewajaran harga, dukungan OEM, risiko kontraktual, layanan purnajual, pengembangan kapasitas lokal, serta total cost of ownership.
“Pendekatan tersebut diharapkan memperkuat kualitas perencanaan pengadaan dan pengelolaan kontrak proyek transportasi publik Jakpro,” kata dia.
Menurut Rizal, hasil kegiatan di Korea Selatan akan ditindaklanjuti melalui pemetaan kapabilitas pemasok, penguatan kajian pasar, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penyusunan kebutuhan pengadaan yang lebih objektif, kompetitif, transparan, dan akuntabel.