Keduanya masuk ke dalam daftar nyaris 20 orang dari Bolivia, Kolombia, dan Ekuador, yang pekan ini dituduh oleh Departemen Luar Negeri AS terlibat dalam praktik korupsi, terlibat dalam perdagangan narkoba, atau berkonspirasi melawan pemerintahan negara masing-masing.
Kepolisian Bolivia juga menggerebek kantor kejaksaan di Sucre, ibu kota Bolivia, pada Rabu (30/9) waktu setempat. Operasi penggerebekan itu diperlihatkan melalui siaran langsung pada akun media sosial Kepolisian Bolivia.
Penggerebekan itu menuai reaksi keras dari pejabat kejaksaan setempat. "Kami mengecam, di hadapan seluruh rakyat Bolivia, tindakan intervensi yang dilakukan secara ilegal ini," kata kepala komunikasi kantor kejaksaan di Sucre, Claudia Pardo, saat dirinya dan rekannya dikepung personel kepolisian.