Belum ada tanggapan resmi dari kantor Jaksa Agung dan Kejaksaan Santa Cruz terkait penangkapan tersebut.

Sebelumnya, otoritas Washington menuduh Mariaca telah menerima "suap untuk memfasilitasi perdagangan narkoba dan membantu para pelaku kejahatan lolos dari jeratan hukum".

Kantor Jaksa Agung Bolivia telah membantah tuduhan AS tersebut pada Senin (28/9) kemarin. Dalam pernyataan persnya, Kantor Jaksa Agung Bolivia menyebutnya sebagai bentuk "intervensi" dan "tekanan politik", untuk merespons penyelidikan yang sedang dilakukan pihak kejaksaan.