Edy menambahkan reformasi tersebut difokuskan pada penguatan Palang Pintu, pembenahan struktur sumber daya manusia (SDM), serta restrukturisasi manajemen kepengurusan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan festival kebudayaan dapat berjalan semakin rapi, berkualitas, dan berkelanjutan.

"Hari ini kami melakukan gerakan perubahan formasi dan regenerasi. Bagaimana Festival Palang Pintu hari ini menguatkan kekuatan Palang Pintunya dan mengubah pola sistem kerja secara profesional sehingga kerja kita lebih mudah, mulai dari perizinan, tenant, konsep acara, dan sebagainya," kata dia..

Selain mendorong regenerasi, Festival Palang Pintu XVII juga memberikan perhatian terhadap pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Sebanyak 250 UMKM dilibatkan secara aktif, mulai dari sektor kuliner kreatif hingga berbagai produk unggulan lainnya.

Festival ini digelar mulai 3-4 Oktober 2026 dengan melibatkan ratusan pelaku seni dan budaya serta memberdayakan 250 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).