Berdasarkan analisis data pergerakan lebih dari 100 ribu partisipan di UK Biobank, para peneliti menemukan efek dari gaya hidup tersebut. Orang yang berjalan di bawah 5.000 langkah per hari, tetapi memiliki kecepatan minimal 80 langkah per menit, mengalami penurunan risiko kematian dini yang signifikan.
Manfaat tersebut sebanding dengan kelompok yang berjalan 5.000 hingga 7.500 langkah per hari, dengan tempo lebih lambat atau sekitar 60 langkah per menit. Lantas, mana yang lebih baik dipilih?
Prof Stamatakis menegaskan bahwa kedua opsi tersebut sama baiknya. Intensitas berjalan bersifat relatif sesuai usia, serta kondisi fisik masing-masing.
"Jika waktu menjadi kendala, mempercepat langkah adalah pilihan yang lebih efisien dari segi waktu," kata Prof Stamatakis.