Menurut Kris, kondisi tersebut membuat warga sangat kesulitan ketika menggunakan kendaraan dan mengganggu perekonomian warga saat hendak ke Pasar Maunori serta pengurusan administrasi di Kantor Camat Keo Tengah. Jalan tersebut merupakan salah satu akses vital menuju ke Mbay, Ibu Kota Nagekeo, termasuk ke Ende.
"Kami terpaksa memilih lewat luar jalur alternatif lain yang ada di sebelah bawahnya, tetapi itu hanya bisa satu jalur saja dan agak rawan juga," terang Kris.
Kris mengaku warga merasa tidak nyaman dan takut melewati jalan tersebut karena tebing bekas longsor masih banyak material batu. Mereka berharap ada perhatian serius dari pemerintah agar jalan tersebut dan ruas-ruas jalan lain di sekitar Kecamatan Keo Tengah segera dibersihkan.
"Bukan hanya di bagian utara Pulau Flores yang rusak akibat gempa, tetapi sejumlah rumah warga di bagian selatan juga rusak parah," kata Kris.
Kepala Desa Mbaenuamuri, Petrus Sambu Juang, setali tiga uang. Ia mengaku material itu sama sekali belum dibersihkan sejak kejadian gempa