"Belum itu, soalnya kalau mau pakai tenaga manusia tidak bisa dan harus pakai alat berat berat karena batu sangat besar dan menutupi ruas jalan," kata Petrus.

Menurut Petrus, kondisi itu sudah dilaporkan oleh pemerintah desa ke Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Nagekeo dan instansi terkait, tetapi belum ada penanganan lanjutan sehingga sangat membahayakan warga saat melintas dengan malam hari.

"Pengangkutan bantuan juga terganggu. Memang ada ruang yang bisa dilewati, tetapi masyarakat masih takut sewaktu-waktu batu itu bisa terguling. Paling bahaya kalau malam hari itu, kami takutkan bisa saja terjadi kecelakaan," beber Petrus.

Warga, Petrus melanjutkan, sangat mengharapkan langkah cepat pemerintah karena wilayah tersebut kini sudah mulai turun hujan sehingga sangat berbahaya buat korban gempa yang masih berada di tenda-tenda darurat

"Jalan tersebut sepertinya jalan provinsi. Itu yang harus diatasi," tegas Petrus.