NADIKABAR.COM — Pemilihan Ketua Umum PBNU masa bakti 2026-2031 melalui musyawarah mufakat, kandas. Sehingga pemilihan diawali dengan penjaringan 5 nama calon ketua umum.

Pemilihan Ketum PBNU masa bakti 2026-2031 digelar di halaman Gedung Serba Guna (GSG) KH Hasbullah Said, Pondok Pesantren (PP) Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang sekitar pukul 21.18 WIB. Pimpinan sidang, Ketua PWNU Sumbar Prof Ganefri mengawalinya dengan menawarkan tata tertib pemilihan.

"Sesuai dengan Tata Tertib Pemilihan AHWA dan Ketua Umum Muktamar ke-35 NU Bab 4 Pasal 6 Ayat (1) 'Ketua Umum dipilih secara langsung oleh para peserta muktamar melalui musyawarah mufakat'," kata Prof Ganefri di arena sidang pleno V Muktamar ke-35 NU, Minggu (30/8/2026).

Namun, usulan tersebut menuai pro dan kontra dari para muktamirin. Sebagian mengusulkan agar pemilihan digelar secara musyawarah mufakat dengan menunjuk KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketum. Ada pula yang meminta agar Ketum ditentukan oleh AHWA berdasarkan hasil penjaringan.

Untuk menghemat waktu, Prof Ganefri pun menawarkan agar pemilihan ketum diawali dengan penjaringan calon. Setiap Ketua PC, PCI dan PWNU mempunyai hak untuk mengusulkan maksimal 5 nama calon ketum. Nantinya, 9 ulama AHWA yang menentukan Ketum PBNU masa bakti 2026-2031.

"Apabila usulan kurang dari 5 nama, tetap sah. Namun, apabila usulan lebih dari 5 nama maka dianggap tidak sah," tegas Prof Ganefri.

Saat yang sama, AHWA menggelar sidang tertutup di kediaman KH Abdul Wahab Hasbullah, PP Bahrul Ulum Jombang. Sembilan ulama itu sedang menentukan sosok Rais Aam PBNU masa khidmat 2026-2031.

Anggota AHWA yaitu Pengasuh PP Al Falah Ploso KH Nurul Huda Djazuli, Rais Syuriah PWNU Aceh TGK KH Nuruzzahri Yahya atau Waled NU, Pengasuh PP An Nahdlah Makassar AG KH Baharuddin HS, Rais Aam PBNU 2021-2026 KH Miftachul Akhyar, Ahli Fikih dari PP Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo KH Afifuddin Muhajir.

Kemudian Ketum MUI dan Pengasuh PP Al Amien KH Anwar Iskandar, Pengasuh PP Lirboyo KH Anwar Manshur, Pengasuh PP Al Muhajirin Purwakarta KH Abun Bunyamin, serta Mantan Ketum PBNU yang saat ini menjadi Mustasyar PBNU KH Said Aqil Siradj.