NADIKABAR.COM — Akses transportasi pada ruas Tarutung-Sipirok-Padangsidimpuan di Antur Mangan, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, kembali dapat dilalui setelah sempat terputus akibat jalan amblas. Penanganan darurat dilakukan dengan memperlebar jalur alternatif agar mobilitas masyarakat dan arus kendaraan dapat segera dipulihkan.

Jalan di STA 14+150 tersebut amblas pada Minggu (18/10) sekitar pukul 18.00 WIB setelah hujan berintensitas tinggi memicu longsor. Peristiwa itu memutus akses lalu lintas dan menyebabkan satu kendaraan roda enam terperosok ke area amblas.

Akses dipulihkan melalui pelebaran jalan detour, penimbunan dan pemadatan material, serta pemasangan pelat baja yang diperkuat dengan agregat. Penanganan tersebut membuat kendaraan kecil maupun kendaraan besar kembali dapat melintasi ruas tersebut.

"Penanganan darurat telah berhasil membuka kembali akses jalan bagi kendaraan kecil maupun kendaraan besar. Selanjutnya, diperlukan percepatan penanganan permanen dan pengawasan berkala guna mencegah terjadinya longsor atau jalan amblas susulan," tulis Ketua Tim Monitoring dan Evaluasi Tapsel Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera Brigjen TNI Fadjar Tjahjono dalam keterangan tertulis, Minggu (24/10/2026).

Pembukaan kembali akses didukung personel lapangan, operator alat berat, penyedia jasa, dan konsultan. Sebanyak tiga ekskavator, dua vibro roller, satu motor grader, serta lima dump truck dikerahkan untuk mempercepat pekerjaan dan menjaga jalur tetap dapat digunakan.

Meski lalu lintas telah kembali bergerak, pengamanan jalur sementara perlu terus diperkuat, terutama untuk mengantisipasi risiko kendaraan tergelincir. Satgas PRR mengusulkan penambahan agregat pada bagian jalan yang menggunakan pelat baja sekaligus pemeriksaan berkala terhadap permukaan jalan dan daya dukung jalur detour.

Penanganan lanjutan diarahkan pada pembangunan dinding penahan tanah yang diperkuat bore pile untuk mengembalikan badan jalan ke posisi semula. Pekerjaan tersebut perlu memperhatikan kestabilan lereng, kekuatan badan jalan, sistem drainase, dan potensi pergerakan tanah ketika hujan berintensitas tinggi kembali terjadi.

Sebelum jalan amblas, pekerjaan dinding penahan tanah telah berlangsung dengan bore pile tertanam dan penggalian untuk pembangunan pile cap. Pelaksanaan sempat menghadapi kendala karena tiang listrik berada di jalur pelebaran detour. Setelah kendala ditangani, pekerjaan pembukaan akses dapat dilanjutkan.

Satgas PRR mendorong PPK 2.2, penyedia jasa, konsultan pengawas, pemerintah daerah, dan instansi terkait memperkuat koordinasi agar penanganan permanen berjalan sesuai kebutuhan teknis. Ketersediaan agregat Kelas A, urugan pilihan, dan sheet pile juga perlu dipastikan agar pekerjaan tidak terhambat.

Percepatan pekerjaan permanen dan mitigasi teknis menjadi langkah penting untuk menjaga jalur Tarutung-Sipirok-Padangsidimpuan tetap aman sekaligus melindungi konektivitas serta aktivitas ekonomi masyarakat.