Gunn menegaskan pendekatan ini bukan berarti tidak ada keterhubungan sama sekali. Ia mencontohkan saga Superman yang dimulai dari film Superman lalu berlanjut ke Man of Tomorrow, serta "memuat banyak karakter yang telah kami perkenalkan dalam kisah-kisah lain."
"Namun, bukan berarti kisah-kisah lain tersebut hanya ada untuk menjadi pengantar bagi apa yang terjadi di sana," kata salah satu bos DC Studios tersebut.
"Saya ingin penonton menikmati Clayface karena film itu sendiri merupakan film horor yang hebat dan menghibur, bukan karena memikirkan di film mana lagi karakter Clayface akan muncul tiga film mendatang," pungkasnya.
James Gunn juga sebelumnya membalas kritikan pedas yang mempertanyakan keputusan garap Clayface jelang penayangan film itu di bioskop. Clayface dinilai sebagai karakter yang lebih niche ketimbang figur utama DC, seperti Superman atau Supergirl.