Ke depan, Jamkrindo dan hibank turut menjajaki peluang kerja sama untuk produk lain, termasuk Supply Chain Financing (SCF) dan Kredit Berbasis Garansi (KBG). Penjajakan ini akan mempertimbangkan kebutuhan pasar, kesesuaian produk, kesiapan operasional, serta prinsip kehati-hatian. Pengembangan tersebut merupakan peluang kerja sama lanjutan di luar ruang lingkup PKS yang saat ini ditandatangani.
Sementara itu, Direktur Utama Jamkrindo Abdul Bari mengapresiasi terjalinnya kerja sama ini. Menurutnya, kolaborasi tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat sinergi antarpelaku industri keuangan, sekaligus membuka peluang untuk memperluas jangkauan layanan penjaminan dan mendukung pertumbuhan ekosistem pembiayaan digital di Indonesia.
Ia mengatakan, kolaborasi ini sejalan dengan semangat Transformasi IMPACT Jamkrindo, yang mencakup Integration, Market, People, Analytics, Customer, dan Technology. Melalui penguatan integrasi proses bisnis, perluasan pasar, peningkatan kapabilitas sumber daya manusia, pemanfaatan analitik dalam pengambilan keputusan, peningkatan kualitas layanan pelanggan, serta optimalisasi teknologi, Jamkrindo terus mendorong transformasi bisnis yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan. Transformasi ini diharapkan dapat memperkuat daya saing perusahaan sekaligus meningkatkan kemampuan Jamkrindo dalam merespons dinamika industri dan kebutuhan pasar yang terus berkembang.
"Semangat Transformasi IMPACT kami wujudkan melalui pengembangan kemitraan strategis, termasuk dengan pelaku industri keuangan digital. Kami melihat kolaborasi ini sebagai peluang untuk memperkuat sinergi, memperluas akses layanan penjaminan, serta menghadirkan solusi yang semakin relevan dengan kebutuhan pelaku usaha. Dengan dukungan integrasi proses bisnis dan pemanfaatan teknologi, Jamkrindo berkomitmen untuk terus menjamin lebih luas dan menghadirkan dampak yang lebih nyata bagi masyarakat serta perekonomian nasional," ujar Abdul Bari.