NADIKABAR.COM — Semasa hidup, Rasulullah SAW pernah menunjukkan raut wajah cemas ketika merasakan embusan angin yang cukup kencang. Namun, beliau melarang umat Islam mencela angin.
Dalam Islam, angin bukan sekadar fenomena alam. Angin adalah salah satu tentara Allah SWT yang tidak terlihat.
Dikutip dari buku Hadist Mulia & Doa Harian Penyejuk Hati Anak Sholeh: Kumpulan Adab, Hadist, & Doa untuk Anak Usia Dini & Remaja karya Dr. Siti Nuri Nurhaidah, disebutkan bahwa angin dapat dikirim untuk membawa kabar gembira atau juga dikirim untuk membawa azab yang pedih (seperti yang menimpa kaum Ad).
Dalam Al-Qur'an surah Ar-Rum ayat 48, Allah SWT berfirman,
ٱللَّهُ ٱلَّذِى يُرْسِلُ ٱلرِّيَٰحَ فَتُثِيرُ سَحَابًا فَيَبْسُطُهُۥ فِى ٱلسَّمَآءِ كَيْفَ يَشَآءُ وَيَجْعَلُهُۥ كِسَفًا فَتَرَى ٱلْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَٰلِهِۦ ۖ فَإِذَآ أَصَابَ بِهِۦ مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦٓ إِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُونَ
Artinya: "Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya, tiba-tiba mereka menjadi gembira."
Angin disebut beberapa kali dalam Al-Qur'an, pada 14 surah yang berbeda. Angin adalah salah satu manifestasi kekuasaan Allah SWT yang paling sering disebut dalam Al-Qur'an.