"Masing-masing gunung api punya karakteristik. Tapi biasanya itu material yang akan dihasilkan ada tiga. Pertama itu lava, dalam hal ini cair. Kemudian material piroklastik dalam bentuk batuan debu. Kemudian ketiga itu gas. Nah gas ini yang biasanya nanti beracun karena mengandung SO2, CO2," paparnya.

Karena itu, Adi mengimbau warga untuk menjauhi radius bahaya erupsi Gunung Anak Krakatau. Warga diminta menggunakan masker dan memerhatikan secara detail bahan-bahan makanan yang hendak dibeli atau dikonsumsi sudah bersih atau bebas dari material erupsi.

"Kalau bisa kita mengurangi aktivitas di luar rumah. Kalua pun kita ingin melakukan aktivitas di luar rumah yah tentu kita harus di tempat yang tertutup atau menggunakan masker," terangnya.

"Kemudian juga kalau misalnya katakanlah mungkin betul-betul melihat untuk areal-areal terbuka itu diusahakan untuk kemudian bisa memastikan. Apalagi misalnya di pasar dan lain sebagainya, kita betul-betul memastikan bahwa kita bisa terus membersihkan makanan-makanan," sambungnya.

Adi Maulana kemudian menyinggung erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada 1883 silam. Dia menyebut saat itu erupsi memicu tsunami hingga menyebabkan 36 ribu orang menjadi korban.