"Sekarang kami mendapat kesempatan untuk menghadirkan ijazahnya di forum yang terhormat ini dan Pak Jokowi sangat menghormati itu dan sangat menunggu waktu itu nanti," kata Yakup.
Lebih lanjut, Yaqup mengatakan Jokowi siap hadir dengan membawa ijazah sejak tingkat SD. Dia juga menyebut penyidik sebelumnya sudah menyita ijazah SMA dan S-1 Jokowi dari Universitas Gadjah Mada (UGM).
"Karena ijazah yang sudah disita itu kan SMA dan UGM. Jadi nanti penuntut umum juga akan menghadirkan itu dan Pak Jokowi akan memperlihatkan itu semua," kata dia.
Yaqup lalu berujar, "Dan lebih dari itu lagi ijazah SD dan SMPnya-pun berencana akan dibawa juga agar tidak ada lagi yang mempermasalahkan."
Kepala PN Jakarta Timur, Efendi, mengatakan sidang kali ini terbuka untuk umum dan pengadilan akan berusaha menjaga kenyamanan pengunjung sidang.
"Pokoknya kita ya yang penting nyaman ya, gitu aja. Penting ini sidang terbuka untuk umum, kita tidak membeda-bedakan, semua kubu boleh menonton, masyarakat pada umumnya boleh menonton," kata Efendi pada Selasa.