NADIKABAR.COM — General Manager Bandara Sultan Iskandar Muda, Rahmat Adil Indrawan menyatakan jarak pandang di bandara Aceh tersebut masih aman dan belum terdampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kiriman dari sejumlah daerah di Sumatera.
“Alhamdulillah hingga saat ini operasional bandara masih berjalan lancar dan belum terdampak kabut asap karhutla,” katanya di Blang Bintang, Sabtu.
Sebelumnya, BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar memastikan kabut asap yang menyelimuti Provinsi Aceh merupakan kiriman dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan dan Sumatera bagian tengah serta selatan.
Ia menjelaskan, pihaknya bersama Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Airnav terus memonitor perkembangan cuaca di Aceh umumnya, karena keadaan tersebut sifatnya adalah kondisi alam yang tidak bisa dikendalikan.
Adapun maskapai yang beroperasi di antaranya Garuda Indonesia, Wings Air, Super Air Jet, Pelita Air, Batik Air dan Air Asia.
“Apabila terdapat perubahan kondisi cuaca, bandara bersama maskapai dan pihak terkait akan melakukan koordinasi serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan penerbangan,” katanya.
Pihaknya saat ini juga terus memantau perkembangan cuaca dan berkoordinasi dengan BMKG serta pihak terkait, terutama terhadap kondisi yang berpotensi memengaruhi operasional penerbangan.
Pihaknya juga meningkatkan koordinasi dengan maskapai dan seluruh pemangku kepentingan di bandara, agar setiap perkembangan kondisi dapat direspons dengan cepat dan tepat.
Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda Blang Bintang Aceh Besar juga terus memastikan kesiapan fasilitas, personel, dan prosedur yang berlaku.