"Kalau kita mengenal Jaranan Buto, mungkin banyak dari kita yang baru hari ini mengenalnya. Nah, itulah yang kami angkat. Kami memilih seni tradisional Jaranan Buto yang merupakan bagian dari seni tradisional Banyuwangi," ujarnya.

Harjo memastikan bahwa aksi pelestarian budaya ini tidak akan berhenti di sini. Pihaknya berkomitmen untuk terus menampilkan ragam kesenian Nusantara yang berbeda pada PKKMB mendatang.

"Insyaallah, tahun depan berganti lagi, tahun berikutnya berganti lagi. Insyaallah kami berkomitmen untuk konsisten melestarikan budaya nasional," pungkasnya.

Rangkaian puncak PKKMB Untag Surabaya 2026 ini dijadwalkan ditutup dengan panggung hiburan pada malam hari yang menampilkan Tulus dan Yura Yunita.