NADIKABAR.COM — Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin secara resmi membuka gelaran turnamen sepakbola usia muda BLiSPI Youth Cup V Piala Ketua DPD RI. Kegiatan tersebut berlangsung hari ini di Lapangan Bola Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Turnamen tingkat nasional tersebut diselenggarakan sebagai wadah untuk menjaring talenta serta 'mutiara terpendam' pesepakbola muda dari berbagai pelosok daerah di Indonesia. Menurut Sultan, potensi besar yang dimiliki anak-anak di daerah membutuhkan sarana dan kompetisi yang terstruktur agar bisa berkembang secara maksimal.

"Makanya pada saat saya ketemu beberapa tahun yang lalu dengan BLiSPI, saya sampaikan saya ingin terlibat aktif bagaimana memunculkan permata-permata dari daerah-daerah dari seluruh Indonesia. Kita angkat ke permukaan sehingga semua anak-anak daerah, semua yang punya bakat, semua yang punya minat terkait dengan sepakbola kita siapkan sarananya, kita siapkan liganya, dan ini adalah awal yang baik untuk semua anak-anak daerah di Indonesia," ujar Sultan saat ditemui di lokasi acara, Minggu (25/10/2026).

Wadah Menjaring Bakat Sepakbola Daerah

Ajang BLiSPI Youth Cup V Piala Ketua DPD RI ini disambut antusias tinggi oleh keikutsertaan 74 tim perwakilan terbaik daerah. Kompetisi bergengsi tersebut melibatkan sebanyak 2.150 atlet muda serta 560 pelatih dan ofisial.

Melihat besarnya animo dan potensi yang hadir di lapangan, Sultan lantas menegaskan kembali bahwa bakat alami saja tidak cukup. Hal tersebut disampaikannya agar pembinaan berjenjang bisa terus berjalan optimal.

"Adik-adikku semua, bakat saja tidak cukup. Saya tahu begitu banyak bakat yang terpendam. Nah, melalui Piala DPD RI dengan BLiSPI ini, harapan kita bakat-bakat terpendam atau mutiara-mutiara terpendam betul-betul kita asah. Bakat saja tidak cukup, tapi kalau bakat kita siapkan sarananya, kita bina, kita dampingi, kita siapkan liga kompetisi, kita siapkan apresiasi, itulah cara kita agar membuat tadi permata-permata yang di daerah atau potensi-potensi di daerah itu betul-betul muncul," tegasnya.

Sultan juga menambahkan keterlibatannya tidak didasari oleh kepentingan politik pribadi maupun kelompok, melainkan semata-mata karena kecintaannya terhadap dunia sepakbola.

"Saya sebagai Ketua DPD, bukan membuat acara seperti ini untuk kepentingan politik, karena saya memang hobi bola," tuturnya.

Demi menambah motivasi para peserta muda, Sultan juga secara langsung mengumumkan bakal menyiapkan hadiah bonus khusus yang menarik. Tambahan apresiasi tersebut diberikan di luar trofi dan piala resmi dari pihak panitia.

"Hari ini kita mulai. Nanti kasih tahu saya finalnya kapan dan untuk juara 1, 2, 3 di luar yang panitia sudah siapkan piala dan lain-lain, saya akan kasih bonus yang menarik untuk anak-anak semua! Catat 1, 2, 3. Lalu top skor, pemain terbaik, ini cara kita untuk membuat bagaimana semangat itu betul-betul membara, betul-betul ada dari anak-anak daerah," jelas Sultan.

Sementara itu, Ketua Umum Badan Liga Sepakbola Pelajar Indonesia (BLiSPI), Subagja Suihan, menyampaikan gelaran ini menjadi sarana penting untuk menyalurkan data pemain berbakat. Seluruh data tersebut nantinya akan diserahkan langsung kepada tim kepelatihan nasional.

"Artinya bahwa BLiSPI mempunyai data pemain untuk disampaikan pelatih Timnas Indonesia," ungkap Subagja.

Ia juga memaparkan rekam jejak pembinaan BLiSPI yang terbukti telah melahirkan banyak bintang sepak bola Tanah Air. Kontribusi nyata itu sudah dicatatkan melalui berbagai generasi pemain andalan Timnas Indonesia.

"Masa keemasan BLiSPI saat bekerja sama dengan Kemenpora, mulai tahun 2013 sampai 2019 banyak melahirkan pemain-pemain. Di antaranya, Bagas, Bagus, Ernando Ari, David Maulana, dan lain sebagainya. Dan yang terakhir, Egy Maulana Vikri adalah murni binaan Badan Liga Sepakbola Pelajar Indonesia," jelas Subagja.

Sambutan Antusias dari Para Peserta

Kehadiran Ketua DPD RI serta mantan pelatih Timnas Indonesia Coach Shin Tae-yong dalam pembukaan BLiSPI Youth Cup V Piala Ketua DPD RI turut menyuntikkan semangat bagi para peserta muda di lapangan. Suasana kompetisi terasa semakin meriah berkat kehadiran para tokoh penting tersebut.

Salah satu pemain muda dari tim perwakilan Kabupaten Bekasi, Owen, mengaku sangat gembira bisa bertanding di ajang ini. Perasaan bangga itu dirasakannya langsung saat melihat jajaran tokoh nasional mendampingi jalannya turnamen.

"Wah senang banget itu! Ada Shin Tae-yong gitu, bisa talent scouting," tutur Owen.

Senada dengan Owen, rekannya Rais dan Lintang mengungkapkan perjuangan panjang timnya demi bisa lolos ke tingkat nasional. Mereka harus melewati serangkaian proses seleksi ketat serta porsi latihan yang melelahkan di sela hari sekolah.

"Ada (seleksi) udah beberapa bulan lalu. Dari 50 orang lebih disaring cuma 20 orang. Latihan 3 sampai 4 kali seminggu," ujar Rais.

Mengenai target di turnamen ini, Lintang menegaskan fokus utama timnya adalah tampil maksimal dan memetik pengalaman berharga di tingkat nasional. Ia berharap kerja keras seluruh tim dapat membuahkan hasil terbaik sekaligus membanggakan daerah asal mereka.

"Semoga bisa juaralah, nambah pengalaman yang paling penting, bawa nama baiklah," pungkas Lintang.

Pembukaan acara juga dimeriahkan oleh kehadiran jajaran pimpinan DPD RI, mantan pelatih Timnas Indonesia Coach Shin Tae-yong, perwakilan Duta Besar Belarusia dan Vietnam, serta jajaran Forkopimda.