NADIKABAR.COM — Lembaga Kajian dan Studi Kebijakan Publik (Lanskap) Bali menilai pengembangan pariwisata berbasis budaya menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekonomi mendukung agenda Asta Cita melanjutkan capaian dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Direktur Lanskap Bali I Wayan Agus Pebriana mengatakan keberhasilan pariwisata ke depan akan semakin bergantung terhadap kualitas pengalaman wisata serta manfaat ekonomi yang diterima masyarakat.

"Pertumbuhan pariwisata nasional tidak bisa lagi diukur dari berapa banyak orang datang, tapi dari seberapa lama mereka tinggal, seberapa dalam mereka menghargai budaya, dan seberapa besar manfaatnya kembali ke masyarakat lokal," kata Wayan dalam keterangannya diterima di Jakarta, Minggu.

Ia menyampaikan hal tersebut dalam diskusi publik bertajuk "Refleksi Dua Tahun Asta Cita: Menggali Visi Pariwisata Berkelanjutan dan Berbasis Budaya" yang diselenggarakan Pimpinan Daerah Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PD KMHDI) Bali di Denpasar, Bali.

Wayan menilai pengembangan pariwisata berbasis budaya dapat memperkuat perekonomian masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan tradisi daerah.

Selain mempertahankan keberlanjutan pariwisata Bali, Wayan menekankan pentingnya pengembangan destinasi di berbagai wilayah Indonesia untuk memperluas kesempatan usaha dan pemerataan manfaat ekonomi.

"Bali lestari adalah kunci, tapi (pengembangan pariwisata) Indonesia tidak boleh hanya Bali saja," ujarnya.