Ia mengatakan kekayaan alam dan budaya di berbagai daerah dapat menjadi modal untuk memperkuat daya saing pariwisata nasional sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, aktivis pemuda Hindu I Kadek Nova Semadi menilai pariwisata berbasis potensi lokal dapat memperkuat perekonomian masyarakat tanpa mengesampingkan identitas budaya daerah.
Menurut Nova, Bali memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan, mulai dari wisata spiritual, perkebunan, budaya hingga edukasi.
"Potensi wisata spiritual, perkebunan, budaya, dan edukasi dapat dikembangkan untuk memperluas kesempatan ekonomi sekaligus memperkenalkan keragaman Bali," katanya.
Pengembangan tersebut dinilai sejalan dengan agenda Asta Cita pemerintahan Prabowo-Gibran, terutama pembangunan dari desa, penguatan kewirausahaan, peningkatan nilai tambah ekonomi, serta pemerataan pembangunan.
Dalam sektor pariwisata, langkah itu dapat dilakukan melalui pengembangan desa wisata, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta koperasi, dan peningkatan kapasitas masyarakat agar dapat berperan lebih besar dalam kegiatan ekonomi pariwisata.
Kolaborasi pemerintah pusat dan daerah, desa adat, pelaku usaha, komunitas budaya, perguruan tinggi, serta masyarakat juga diperlukan agar pengembangan destinasi memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga warisan budaya dan lingkungan.