"Tentunya karena kita tahu jalan tol ini menggerak konektivitas dan pertumbuhan ekonomi, data yang kami kumpulkan menjadi sangat kritikal dan urgent," kata Amalia.
Ia melanjutkan kolaborasi dengan Jasa Marga memungkinkan BPS memperoleh sumber data yang lebih akurat dan terperinci dalam menangkap serta mengukur aktivitas ekonomi.
Data lalu lintas yang dihimpun Jasa Marga setiap hari dapat memberikan gambaran aktivitas ekonomi antarwilayah secara lebih cepat.
Dengan demikian, pengukuran tidak selalu harus menunggu hasil survei. Terlebih, data yang tersedia saat ini telah mencakup sekitar 70 persen lalu lintas jalan tol.
Amalia menambahkan denyut aktivitas ekonomi yang dapat ditangkap melalui data traffic jalan tol Jasa Marga/JMTC misalnya pada saat terjadi pandemi COVID-19. Penurunan aktivitas ekonomi diikuti oleh penurunan traffic jalan tol.
Melalui analisis bersama, data lalu lintas Jasa Marga dapat diintegrasikan dengan data pergerakan masyarakat di sekitar jalan tol untuk menghasilkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai aktivitas ekonomi nasional.
BPS juga mendorong pengembangan pemodelan, prediksi, dan proyeksi mobilitas masyarakat melalui integrasi data statistik dan big data kedua institusi.