Saat ini, ASDP terus berkoordinasi intensif dengan pemangku kepentingan terkait dalam pengaturan arus kendaraan, baik yang menuju maupun keluar dari pelabuhan, agar pergerakan lalu lintas berlangsung tertib dan aman.

Pihak ASDP mengimbau masyarakat yang hendak melakukan perjalanan lewat penyeberangan Ketapang-Gilimanuk untuk merencanakan perjalanan dengan cermat. Pengguna jasa diminta memastikan telah memiliki tiket sebelum tiba di pelabuhan serta mematuhi seluruh arahan petugas di lapangan.

"Kami berharap langkah-langkah yang dilakukan ini dapat secara bertahap mempercepat penguraian kepadatan sehingga tidak mengganggu aktifitas masyarakat," tandas Media.

Sebelumnya, puluhan bus, termasuk bus pariwisata, menerobos gang-gang sempit di permukiman warga Kelurahan Gilimanuk, Jembrana. Bus-bus tersebut masuk ke gang untuk menghindari kemacetan menuju Pelabuhan Gilimanuk.

Aksi bus besar masuk permukiman itu menimbulkan sejumlah persoalan. Bus disebut melaju kencang di gang sempit hingga ada warga yang tertabrak. Fasilitas umum seperti gapura juga rusak setelah tertabrak bus.

Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Tony Wirahadikusuma, membenarkan kondisi tersebut hampir terjadi setiap hari, terutama pada malam hari. Warga mulai memprotes ulah para pengemudi yang dinilai membahayakan keselamatan dan merusak fasilitas umum.

"Kemacetan kendaraan yang menuju Pelabuhan Gilimanuk memadati jalan nasional. Kendaraan lain kemudian masuk gang sebagai alternatif termasuk bus besar," ubgkap Tony saat dikonfirmasi, NadiKabar Jumat (4/9/2026).

Selain menabrak warga dan merusak gapura, kendaraan besar yang melintas juga menyebabkan kabel listrik dan internet sempat putus karena tersangkut bus. Warga kemudian harus meninggikan posisi kabel tersebut secara mandiri.

Persoalan lain yang muncul adalah tumpukan sampah yang harus dibersihkan warga sekitar. Tony juga menyebut adanya informasi dugaan pungli oleh oknum warga yang memanfaatkan situasi tersebut.

"Sejumlah masalah timbul seperti adanya informasi warga yang tertabrak. Kerusakan fasilitas dan masalah tumpukan sampah yang akhirnya harus dibersihkan oleh warga sekitar," kata Tony.

"Informasi juga ada dugaan pungli oleh oknum warga yang memanfaatkan situasi dengan mengarahkan kendaraan masuk gang lalu meminta imbalan uang, padahal jalur tersebut merupakan jalan umum," imbuhnya.