"Kami ingin memastikan seluruh kapasitas perusahaan dapat memberikan kontribusi optimal melalui kolaborasi dengan para pemangku kepentingan, sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman," ujar Awaluddin.
Untuk mendukung kesiapsiagaan tersebut, Jasa Raharja menetapkan tiga fokus utama, yakni Prevent Accidents, Accelerate Protection, dan Integrate Safety Actions.
Ketiganya menjadi landasan dalam memperkuat pencegahan kecelakaan, meningkatkan kecepatan pelayanan korban, serta mengintegrasikan berbagai langkah keselamatan bersama instansi terkait.
Pada aspek Prevent Accidents, Jasa Raharja memprioritaskan pencegahan kecelakaan berbasis risiko. Langkah itu dilakukan melalui survei jalur dan penanganan titik rawan kecelakaan (blackspot) bersama Korlantas Polri, Kementerian Perhubungan, dan dinas perhubungan.
Perusahaan juga mendukung penguatan pemeriksaan kelaikan kendaraan (ramp check) angkutan umum serta edukasi keselamatan bagi pengemudi dan pengendara roda dua.
Selain itu, optimalisasi Pos Pelayanan Terpadu menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan pada titik rawan kecelakaan dan jalur wisata. Intervensi keselamatan tersebut diarahkan dengan mengacu pada data 7.229 titik kecelakaan yang menjadi basis penentuan lokasi prioritas.
Sementara itu, melalui Accelerate Protection, Jasa Raharja memperkuat kesiapan pelayanan bagi masyarakat yang mengalami kecelakaan.