Kegiatan tersebut melibatkan sebanyak hampir 300 ASN di lingkup Pemprov Jateng, di antaranya para kepala sekolah SMA dan SMK, perangkat daerah, termasuk bidang kesejahteraan rakyat dan pengentasan kemiskinan, serta Badan Kepegawaian Daerah yang mengikuti kegiatan untuk melihat peluang kerja sama yang dapat ditindaklanjuti.

Selain itu, ada sekitar 10 institusi pendidikan tinggi Malaysia, yang hadir secara langsung.

Sementara itu, Menteri Kedutaan (Pendidikan) merangkap Pengarah Education Malaysia Indonesia Hasnul Faizal Hushin Amri menerangkan kegiatan tersebut merupakan bagian upaya Pemerintah Malaysia menawarkan kerja sama yang lebih luas dengan Pemprov Jateng, terutama di dunia pendidikan.

Menurut dia, Malaysia tidak hanya membawa perguruan tinggi untuk menawarkan program pendidikan S1, S2, dan S3, tetapi juga menawarkan keahlian dan kepakaran untuk dikembangkan bersama di Jateng.

Nantinya, diharapkan tidak berhenti pada penerimaan mahasiswa, tetapi berkembang pada pendidikan, pelatihan, mobilitas, hingga program KKN internasional dan edutourism.