Dalam kegiatan tersebut, terdapat delapan perguruan tinggi Malaysia, baik swasta maupun negeri yang hadir bersama sejumlah agen pendidikan.

"Bukan hanya produk-produk pendidikan, tapi juga bagaimana kepakaran ini juga boleh dimanfaatkan secara bersama oleh masyarakat di Jawa Tengah itu sendiri," katanya.

Menurut dia, Semarang dipilih sebagai lokasi program awal karena Jateng dinilai memiliki potensi ekonomi dan kemampuan yang mendukung pengembangan kerja sama.

Ia menyebutkan mahasiswa Indonesia menjadi salah satu kelompok pelajar asing terbesar di Malaysia, dan saat ini sekitar 11.450 pelajar Indonesia tercatat menempuh pendidikan di Malaysia.

"Sejumlah faktor menjadi alasan mahasiswa Indonesia memilih Malaysia, antara lain pengakuan akreditasi, keterjangkauan, serta kedekatan geografis. Dari Semarang, misalnya, perjalanan udara menuju Malaysia dapat ditempuh sekitar dua jam," katanya.