Pengembangan platform tersebut melibatkan perusahaan, investor, dan kementerian terkait agar keterampilan tenaga kerja semakin sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
Sementara itu, Speling Melesat bertujuan mendekatkan layanan dokter spesialis kepada masyarakat, khususnya di wilayah perdesaan yang memiliki keterbatasan akses kesehatan.
Melalui program tersebut, dokter spesialis diterjunkan langsung ke desa sehingga masyarakat tidak harus selalu mendatangi rumah sakit untuk memperoleh layanan kesehatan spesialistik.
Hingga 2 November 2026, Speling Melesat telah dilaksanakan sebanyak 1.857 kali dan menjangkau 1.603 desa/kelurahan dengan sasaran 133.132 jiwa.
Program tersebut juga terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang hingga 31 Oktober 2026 telah menjangkau 20,84 juta jiwa melalui seluruh 883 puskesmas di Jawa Tengah.
Capaian pelaksanaan CKG tercatat 54,19 persen atau melampaui target nasional.
Ahmad Luthfi mengatakan pelaksanaan Speling Melesat turut diikuti perbaikan sejumlah indikator kesehatan, antara lain penurunan angka kematian ibu sebesar 21,1 persen dan peningkatan penemuan kasus tuberkulosis (TBC) sebesar 2,6 persen.
Selain itu, capaian skrining kesehatan jiwa meningkat 130,4 persen, skrining IVA sebesar 4,6 persen, dan skrining HPV DNA sebesar 739,5 persen.
Integrasi CKG dan penemuan kasus aktif TBC memungkinkan hasil skrining ditindaklanjuti oleh dokter spesialis sesuai kebutuhan pasien.
Sementara itu, Bupati Bangkalan Lukman Hakim menjelaskan penguatan ekosistem inovasi di daerahnya didukung regulasi yang mewajibkan setiap organisasi perangkat daerah (OPD) menghasilkan minimal dua inovasi.