NADIKABAR.COM — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berpesan para atlet berjuang dengan gigih dalam membawa marwah bangsa di kancah internasional
"Saya hari ini memberangkatkan atlet Asian Para Games ke-5 di Nagoya. Dari 219 orang kontingen Indonesia, 50 orang di antaranya berasal dari Jawa Tengah. Mereka nanti akan membawa nama dan marwah Jawa Tengah dan nasional," kata Luthfi dalam keterangannya, Sabtu (10/10/2026).
Hal ini disampaikannya saat acara pelepasan atlet, pelatih, dan ofisial asal Jawa Tengah, di Sukoharjo, hari ini.
Luthfi yang juga Bapak Disabilitas Jawa Tengah tersebut mengaku bangga atas prestasi yang ditorehkan oleh atlet paralimpik. Banyaknya atlet yang terpilih mewakili Indonesia membuktikan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jawa Tengah masih menjadi barometer paralimpik di Indonesia.
Ia pun berpesan kepada para atlet dan pelatih agar berjuang dengan gigih, pantang menyerah, serta menunjukkan karakter Jawa Tengah dan Indonesia di mata dunia. Ia juga berharap wakil dari Jawa Tengah dapat kembali memberikan sumbangsih medali dan prestasi tinggi untuk Indonesia.
"Tunjukkan bahwa kiblatnya paralimpik nasional ada di Jawa Tengah," tegasnya.
Luthfi menegaskan Pemprov Jateng juga memberikan perhatian lebih kepada atlet-atlet berprestasi. Khusus untuk disabilitas, Pemprov Jateng telah memberikan afirmasi kepada atlet berprestasi untuk diberikan jaminan kesejahteraan.
"Kelompok disabilitas dan kelompok rentan ini harus diopeni dan diperhatikan. Jawa Tengah punya program bagi mereka yang punya keahlian, kita masukkan ke BUMD dan BUMN. Juga kita berikan keterampilan bagi kelompok rentan agar bisa mandiri," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Umum NPCI Jawa Tengah, Osrita Muslim mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai pelatihan kepada para atlet melalui pelatnas. Ia berharap para atlet bisa meraih medali di Asian Para Games ke-5 Nagoya nanti.
Ia mengungkapkan Jawa Tengah merupakan provinsi terbanyak yang mengirim wakil untuk kontingen Indonesia. Hal itu tentu tidak lepas dari dukungan luar biasa dari Pemprov Jateng untuk perkembangan dan pembinaan atlet NPCI Jawa Tengah.
Adapun 34 atlet paralimpik asal Jawa Tengah yang akan berangkat ke Nagoya terdiri atas Boccia 4 atlet, Para Anggar 1 atlet, Para Angkat Berat 4 atlet, Para Atletik 10 atlet, Para Balap Sepeda 2 atlet, Para Bulutangkis 7 atlet, Para Judo 3 atlet, Para Renang 1 atlet, dan Para Tenis Meja 2 atlet.
"Target di Nagoya nanti tentu pengennya emas semua, tapi secara realistis disesuaikan dengan rekor para atlet. Kira-kira empat medali emas dari Jateng, salah satunya dari cabor bulutangkis," katanya.
Perwakilan atlet asal Jawa Tengah yang diberangkatkan ke Nagoya mengaku siap untuk bertanding melawan atlet-atlet dari negara lain di Asia. Berbagai pelatihan telah dijalani sehingga memberikan kepercayaan diri untuk berjuang memberikan prestasi terbaik untuk Indonesia.
"Kami sudah siap. Lawan terberat saat ini adalah China. Tapi kami optimis. Dukungan dari Pemprov juga bagus dari fasilitas dan lainnya," ujar atlet Para Anggar asal Kebumen, Didit Diantoro. (prf/ega)