NADIKABAR.COM — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai mengembangkan konsep aglomerasi wisata Borobudur-Kopeng-Rawa Pening (Bokor) untuk memperluas daya tarik pariwisata di wilayah tersebut.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jateng Sumarno, di Semarang, Sabtu, mengatakan bahwa salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui pengembangan "sport tourism" atau wisata olahraga,

"Seperti Rawapening Run Heritage yang memadukan aktivitas lari dengan pengalaman menikmati alam dan sejarah Ambarawa," katanya, saat peluncuran dan konferensi pers Road to Rawapening Run Heritage.

Menurut dia, pengembangan pariwisata perlu dilakukan secara terintegrasi agar wisatawan tidak hanya berkunjung ke satu destinasi, tetapi juga tertarik menjelajahi kawasan lain di sekitarnya.

Ia mengatakan konsep aglomerasi memungkinkan sejumlah destinasi dengan karakter berbeda dikemas menjadi satu rangkaian perjalanan wisata.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperluas pilihan wisatawan, sekaligus meningkatkan daya tarik kawasan.

Ia juga menyambut penyelenggaraan Rawapening Run Heritage sebagai salah satu momentum untuk memperkenalkan potensi Rawa Pening dan Ambarawa kepada masyarakat yang lebih luas, termasuk wisatawan dari luar Jateng.

Ajang lari tersebut menawarkan pengalaman berbeda karena menggabungkan olahraga dengan bentang alam dan jejak sejarah.