Pengembangan tersebut berfokus pada penguatan fasilitas dan layanan wisatawan muslim. Layanannya mencakup sektor perhotelan, pusat kuliner, hingga fasilitas di berbagai destinasi wisata.

"Kita berkolaborasi dengan BI, dengan stakeholder yang ada untuk menciptakan destinasi yang ramah muslim," kata Yasin.

Ia mencontohkan, fasilitas hotel dengan kolam renang terpisah kini telah tersedia di Karanganyar sejak 2024. Praktik tersebut diharapkan dapat menjadi referensi untuk mengembangkan layanan serupa di daerah lain.

"Ini perlu kita genjot, kita promosikan supaya nanti bisa berkembang di daerah-daerah yang lain, bukan hanya di Karanganyar saja, akan tetapi berkembang ke seluruh Jawa Tengah," jelas Yasin.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan bahwa Indonesia saat ini menempati peringkat kedua destinasi ramah muslim dunia. Hal ini berdasarkan Global Muslim Travel Index (GMTI) 2026 dengan skor 79.