"Pencapaian ini semakin menegaskan kesiapan dan daya saing Indonesia," ujar Widiyanti.
Widiyanti menilai Indonesia memiliki modal kuat untuk mengembangkan pariwisata ramah muslim. Namun, potensi ini tetap perlu diikuti dengan peningkatan kualitas layanan dan kemudahan akses informasi bagi turis dunia.
"Wisata muslim bukanlah sebuah niche market. Ini adalah salah satu pasar pariwisata global yang sangat menjanjikan," tegasnya.
Ia memproyeksikan kunjungan internasional wisatawan muslim dunia pada 2030 akan mencapai 262 juta kunjungan.
"IMTI 2026 diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas dan daya saing destinasi wisata ramah muslim," pungkasnya.