Sosok yang akrab disapa Gus Yasin itu menyampaikan capaian tersebut sejalan dengan upaya Pemprov Jateng menyiapkan peta jalan pengembangan wisata ramah muslim.

Penyusunannya melibatkan perangkat daerah terkait dan Bank Indonesia, dengan fokus pada penguatan fasilitas, serta layanan yang dibutuhkan wisatawan muslim.

Ia menjelaskan, pengembangan tersebut mencakup sektor perhotelan, pusat kuliner, hingga fasilitas di destinasi wisata.

Pemprov Jateng ingin memastikan layanan ramah muslim semakin luas dan tidak hanya terkonsentrasi di daerah tertentu.

"Kita berkolaborasi dengan dengan BI, dengan 'stakeholder' yang ada untuk menciptakan destinasi yang ramah muslim," katanya.