"Ini selaras dengan pemerintah pusat yaitu cek kesehatan gratis. Lalu kita kuatkan dengan spesialisnya," ujarnya.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Tengah, Yusmanto, menjelaskan penilaian PPD tidak hanya berfokus pada dokumen perencanaan. Penilaian mencakup rangkaian pembangunan, mulai dari penyusunan dokumen, pencapaian pembangunan, pelaksanaan program, hingga inovasi daerah.
"Ini adalah bentuk penghargaan yang mulai dari proses perencanaan, penyusunan dokumen, pencapaian pembangunan dan eksekusi ataupun terkait dengan inovasi daerah," kata Yusmanto.
Menurut Yusmanto, proses penilaian PPD berlangsung cukup panjang. Tahapannya dimulai sejak Februari melalui pengunggahan dokumen, kemudian dilanjutkan dengan proses penilaian hingga Agustus.
Tahun ini, tahapan penilaian juga bertambah menjadi tiga tahap. Pada dua tahapan terakhir, Gubernur Ahmad Luthfi memimpin langsung tim Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng untuk menjawab pertanyaan dari tim penilai.
Yusmanto mengatakan capaian tersebut menunjukkan pembangunan tidak cukup hanya direncanakan dengan baik di atas dokumen. Namun, perencanaan harus mampu diterjemahkan menjadi pembangunan yang memberikan manfaat nyata.