Strategi kedua adalah pengurangan kantong-kantong kemiskinan melalui program 1 OPD 1 Desa Dampingan. Program itu, menurut Syamsudin, sudah berjalan efektif lebih dari lima tahun.
Strategi ketiga adalah pemberdayaan masyarakat yang berdampak signifikan karena dijalankan bersama pihak swasta dan instansi vertikal lain. Pemberdayaan itu mencakup pelatihan serta pemberian modal dari pemerintah, CSR, Baznas, dan pihak lainnya.
Sementara itu, Muhaimin Iskandar mengatakan Mandaya Award menjadi simbol transformasi pengentasan kemiskinan di Indonesia. Menurut dia, pendekatan tidak lagi berpusat pada bantuan sosial, tetapi bergeser pada pemberdayaan masyarakat.
Pemberdayaan itu termasuk pemberian pendidikan layak bagi anak keluarga miskin atau kurang mampu melalui Sekolah Rakyat. Ia menambahkan, turunnya angka kemiskinan di Indonesia dalam dua tahun terakhir tidak lepas dari peran banyak pihak, mulai dari akademisi, pemerintah daerah, hingga swasta.
"Kita ingin mendorong transformasi dengan memberdayakan masyarakat untuk menjadi negara kuat dan mandiri," pungkas Muhaimin.