Pada akhirnya, Tan mulai mempertimbangkan karier lain karena melihat peluang perkembangan yang terbatas. Ia juga ingin memiliki lebih banyak waktu untuk keluarga ketika kelak menjadi seorang ibu.

Keputusan meninggalkan dunia penerbangan semakin kuat setelah Hsu ingin membuka usaha makanan sendiri di Singapura. Sebagai warga asing, Hsu menghadapi tantangan dalam bahasa Inggris dan proses administrasi setempat.

"Jadi aku pikir, oke lah, aku akan membantu mereka," ujarnya.

Keduanya mendirikan Kiang Kiang Taiwan Teppanyaki yang menyajikan makanan bergaya Western khas Taiwan. Dalam waktu dua tahun, bisnis mereka berkembang hingga memiliki gerai di Woodlands dan Bedok.

Tan yang tengah hamil 7 bulan tetap masih membantu pekerjaan ringan di gerainya. Ia terlihat mengeringkan alat makan dan menyapa pelanggan yang datang.