Ia mengaku bersyukur memiliki tim yang dapat menjaga kedua gerai ketika dirinya tidak bisa bekerja penuh. Namun, Tan tetap senang terlibat langsung dalam kegiatan bisnis tersebut.

Menjadi pemilik usaha membuat pendapatannya tidak sestabil ketika masih menjadi pramugari. Ia bahkan mengakui ada masa ketika penjualan kedua gerainya mengalami penurunan cukup drastis.

"Secara khusus ketika melewati bulan Juni, bisnis berjalan sangat buruk," ungkapnya.

Kondisi tersebut sempat membuatnya mempertanyakan keputusan bisnis ketika dirinya juga sedang menantikan kelahiran anak pertama. Tetapi, Tan dan Hsu sudah membayangkan membuka konsep baru atau gerai teppanyaki lainnya.