NADIKABAR.COM — Presiden Prabowo Subianto menjawab kritik soal Kabinet Merah Putih yang dianggap gemuk. Ia membandingkan kebesaran Indonesia dengan NATO, serta kabinet yang lebih gemuk di Timor Leste.

Prabowo menyinggung kabinet gemuk dalam pidatonya di penutupan Muktamar ke-35 NU, halaman Gedung Serba Guna (GSG) KH Hasbullah Said, Pondok Pesantren (PP) Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.

"Dan ini saya buka ya, yang kita pimpin, sistem yang kita pimpin karena kita sudah memilih demokrasi. Demokrasi adalah pilihan kita dan negara kita besar. Kita sebesar Eropa. Di Eropa itu lebih dari 27 negara, 27 negara itu yang masuk NATO atau Uni Eropa, nanti ada lagi yang tidak masuk. Mungkin totalnya mungkin 35 juga. Kita satu negara. Kita besar sekali," kata Prabowo dalam pidatonya, Senin (31/8/2026).

Karena Indonesia negara yang sangat besar dengan sistem demokrasi, lanjut Prabowo, pihaknya harus berkoalisi untuk memimpin, memerintah dan mengurus negara. Terlebih lagi, Indonesia sebagai negara keempat terbesar di dunia, jumlah penduduknya tak lama lagi bakal mencapai 300 juta jiwa.

Oleh sebab itu, kata Prabowo, tidak mungkin Indonesia hanya dipimpin satu partai. Keberadaan delapan partai di parlemen saat ini, menurutnya sudah sangat efisien. Sebab, banyak negara lain yang parlemennya diisi belasan bahkan puluhan partai.

Presiden lantas mengambil contoh Jepang dan Inggris. Meskipun hanya dua partai politik di dua negara tersebut, terjadi beberapa kali perdana menteri dalam 5 tahun.

"Jadi bagaimanapun pemerintahan membutuhkan stabilitas, ketenangan. Jadi demikian pemerintah koalisi yang saya pimpin termasuk besar, 7 partai dari 8 partai di parlemen. Dan kabinet yang saya susun pernah dikatakan kabinet gemuk, tidak efisien," beber Prabowo.

"Padahal ada negara Timor Leste yang jumlah penduduknya hanya 1 juta, lebih kecil dari banyak provinsi di Indonesia, lebih kecil dari banyak kabupaten di Indonesia. Mungkin Kabupaten Bogor jauh lebih besar dari Timor Leste. Mereka hanya 1,1 juta. Kabinetnya 28. Kabinetnya Timor Leste 28," tandasnya.

Sebelumnya, Prabowo menutup Muktamar ke-35 NU dengan memukul kentongan. Di momen ini, ia akhirnya menerima kartu anggota NU yang masa berlakunya seumur hidup.

Dalam Muktamar di PP Bahrul Ulum, Jombang ini, Pengasuh PP Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin terpilih menjadi Ketua Umum PBNU 2026-2031. Sedangkan kursi Rais Aam PBNU kembali dipercayakan kepada KH Miftachul Akhyar