Setelah pekerjaan selesai, sang kakek pulang dan mendapati televisi di rumah masih menyala. Namun, Rahman tidak berada di dalam rumah.

Keterangan dari warga sekitar menyebut Rahman sebelumnya sempat meminta uang untuk jajan. Setelah menerima uang, ia kemudian berjalan menuju jalan raya.

"Kemungkinan besar uangnya dipakai untuk naik angkutan umum seperti bus ke arah Jawa Tengah," ujar Karman.

Perjalanan Rahman akhirnya membawanya hingga ke Kabupaten Pemalang. Di wilayah tersebut, ia terjaring razia petugas Satpol PP sebelum kemudian dititipkan di rumah singgah Dinsos Pemalang.

Petugas sempat mengalami kendala untuk mengetahui identitas maupun asal Rahman karena keterbatasan komunikasi yang dimilikinya.

Upaya pencarian keluarga mulai menemukan titik terang ketika Rahman mengalami demam tinggi. Petugas kemudian mencoba menggali informasi mengenai asal-usulnya, termasuk melalui bahasa isyarat.

Dari komunikasi tersebut, petugas memahami bahwa Rahman menyebut Cirebon sebagai daerah asalnya. Foto Rahman selanjutnya diunggah ke media sosial, salah satunya melalui komunitas warga Cirebon.

Informasi tersebut kemudian menyebar hingga diketahui warga di Desa Anjatan. Seorang tetangga mengenali Rahman dari foto yang beredar dan memastikan bahwa bocah tersebut merupakan warga di lingkungannya.