"Rahman pakai bahasa isyarat bilang asal dari Cirebon. Untungnya petugas bisa mengerti. Setelah diunggah ke medsos komunitas warga Cirebon, akhirnya ada tetangganya di Anjatan yang mengenali," tutur Karman.

Berdasarkan informasi dari Dinsos Pemalang, Rahman telah berada di rumah singgah selama sekitar dua bulan. Sementara itu, pihak keluarga menyebut Rahman sudah tidak diketahui keberadaannya selama kurang lebih empat bulan.

Karman memperkirakan, sekitar dua bulan pertama Rahman berada dalam perjalanan sebelum akhirnya ditemukan dan diamankan petugas di Pemalang.

Ia menambahkan, kejadian tersebut bukan pertama kalinya Rahman pergi dan tidak diketahui keberadaannya. Sebelumnya, Rahman juga beberapa kali dilaporkan hilang dan pernah pergi hingga wilayah Subang serta Cirebon.

Kondisi tersebut membuat keluarga sebelumnya lebih memusatkan pencarian di kedua daerah tersebut.

Karman sekaligus membantah anggapan yang beredar di media sosial bahwa Rahman sengaja ditelantarkan atau dibuang keluarganya karena kondisi disabilitas yang dimilikinya.

Menurutnya, keluarga justru aktif melakukan pencarian setiap kali Rahman pergi dari rumah. Ia juga mengapresiasi Pemerintah Desa Anjatan Baru yang dinilai responsif dalam mendampingi keluarga.

"Tidak ada penelantaran seperti yang beredar. Justru keluarganya aktif mencari. Saya juga apresiasi Pemdesnya yang sangat responsif mendampingi keluarga menjemput Rahman setiap kali ia hilang dari rumah," pungkas Karman.